Laman


Kamis, 15 Oktober 2015

Sumpit Untuk Penangkal Racun

Assalamu'alaikum....
Met pagi semuanya! Sekarang, Esa mau memberikan info tentang sumpit penangkal racun. Hah? Emangnya sumpit nggak dibuat makan? Jadi ....
Awalnya, sumpit dibuat dari bambu dan ranting kayu. Fungsinya untuk memungut makanan. Konon, sumpit dibuat dari bambu karena bambu dapat menguji  makanan yang mengandung racun.
Sumpit Untuk Menangkal Racun
Dari Cina, sumpit kemudian menyebar ke seluruh negara di sekitarnya seperti Jepang, Korea, Vietnam dan Thailand. Pada pemerintahan dinasti Ming dan Qing, sumpit menjadi alat makan yang terkenal. Pada saat itu, bangsa Cina memiliki pandangan bahwa makan bersama dapat membuat rasa kekeluargaan terjalin baik. Sehingga pada acara makan bersama tidak diperkenankan menggunakan alat makan berujung tajam seperti pisau dan garpu. Oh ya, sumpit di Jepang punya keunikan sendiri. Sumpit untuk laki-laki lebih panjang daripada sumpit untuk perempuan, lho.
Sumpit pun dapat menjadi tanda kelas sosial pemakainya. Sumpit yang dipakai rakyat biasa terbuat dari bambu dan kayu. Sedangkan sumpit yang digunakan keluarga kerajaan dan bangsawan dibuat dari gading gajah, emas dan perak. Ada pula sumpit yang dibuat dari batu giok, karang dan kuningan.

Sumpit dari bahan perak biasanya lebih sering dipakai oleh keluarga kerajaan. Selain untuk alat makan, sumpit dari perak juga digunakan untuk menangkal racun. Sumpit untuk menangkal racun yang mungkin saja terdapat pada makanan yang dihidangkan untuk raja. Sebab, ketika sumpit berbahan perak terkena racun, maka akan bereaksi makanan berubah. 

Memang benar kan? Hehe... kalau mau repost izin sama aku ya. Oke, bye!Wassalamu'alaikum....
Credit: Girls Kidnesia